Thursday, February 9, 2012 17:10 WIB


cara diet sehat


Suprapto, Mantan Pelari Nasional Malang yang Kini Jadi Bos Bengkel

Keyword : , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Oleh pada Friday, April 9, 2010, 20:11
Kategori Profil ada 0 Tanggapan .

iklan murahiklan murah

cara diet sehat

Atlet-atlet yang kini sukses mungkin bisa meniru Suprapto, mantan atlet lari nasional Malang. Sadar masa depan pelari yang kurang cerah, ia belajar wirausaha. Kini kerja kerasnya membuahkan hasil. Ia menjadi bos tujuh bengkel las.

Tubuh Suprapto memang tampak altetis di usianya yang sudah 49 tahun. Cukup pantas jika ia pernah jadi atlet lari profesional dengan segudang prestasi regional Jatim atau nasional. ”Jadi pelari itu hobi saya sejak kecil,” ucap Suprapto yang ditemui di bengkel las Kalvari Marathon, Jl Dewi Sartika, Kota Batu, kemarin.

Di tengah hangatnya perbincangan, Suprapto berkali-kali minta izin untuk mengangkat telepon yang masuk. Setidaknya ada tujuh penelepon saat itu. Salah satu peneleponnya adalah petugas bank yang menawari kredit.

“Saya ini sering sekali ditawari kredit dari bank. Ya dari situlah usaha saya terus berkembang,” akunya.

Namun, di balik kesuksesannya sekarang, Suprapto tak mendapatkannya dengan mudah. Lulusan SMP Narotama, Kota Malang, ini menceritakan, sejak kecil dirinya punya keinginan kuat menjadi atlet lari. Saat duduk di bangku SD, Suprapto kecil selalu berlatih meski ketika itu belum ada pelatihnya. Waktu itu sekitar tahun 70-an.

Ia tiap pagi berlari di kampungnya. ”Keliling-keliling gitu. Pokoknya harus lari tiap hari,” kenangnya.

Usaha itu membuahkan hasil. Suprapto kecil selalu langganan juara dalam lomba lari HUT RI yang diselenggarakan di kampungnya, Kelurahan Kemirahan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Hobi itu berlanjut hingga duduk di bangku SMP. Di SMP, Suprapto yang beranjak remaja sudah ikut even lari tingkat nasional dalam rangka HUT Kota Malang. Ia pun berhasil menggondol juara 1 lari marathon. Dia juga kerap ikut lomba lari tingkat nasional yang digelar di berbagai daerah. Suprapto pun berkali-kali meraih juara.

Sekitar 1988, dia mengikuti lomba lari tingkat nasional di kawasan Candi Borobudur. Peserta waktu itu dari berbagai negara. “Saya masuk 10 besar, yang menang banyak orang dari luar negeri,” ucap Suprapto yang mengaku tidak merokok ini.

Karena prestasinya itu, ia juga pernah dipercaya masuk atlet PON kontingen Jatim. Hanya, waktu itu dia belum berhasil meraih juara. Alasannya sederhana. Saat itu sudah mulai berpikir tentang masa depan pelari yang kebanyakan suram, sehingga dia kurang serius berlatih.

Kala itu ia mulai gundah setelah melihat senior-seniornya para pelari yang hidup dalam kekurangan dan banyak yang menganggur di hari menjelang tua. Melihat kondisi itu, Suprapto muda berusaha untuk belajar wiraswasta. Salah satunya belajar mengelas di bengkel Handoko Batu. ”Saya tetap tak berhenti jadi atlet lari. Untuk kebutuhan lari saya harus cari sendiri, misalnya jamu sepatu dan lainnya. Karena orang tua saya miskin,” kata penyuka permen mint ini.

Tapi, lama-kelamaan Suprapto mulia serius bekerja di bengkel las. Setelah beberapa tahun bekerja di bengkel, pada 1990 dia keluar bersama dua orang temannya untuk menjadi tukang las panggilan. Dengan peralatan terbatas, seringkali mereka mendapat order ngelas di beberapa wilayah di Batu. Sebab, ketika itu ia tidak punya kendaraan. Suprapto memanggul alat-alat las dan diesel. Kondisi itu ia jalani hingga selama 5 tahunan.

Di tengah kerja kerasnya menjadi tukang las panggilan, ada seseorang yang kasihan dengan Suprapto. Namanya Tauhid, seorang pensiunan TNI.

Tauhid inilah yang membantu Suprapto dengan menyediakan tempat untuk usaha las. Suprapto diberi tempat di Jl Abdul Gani, Kota Batu. Di tempat itu ia mulai bisa mengumpulkan modal. Setelah lima tahun dibantu Tauhid, dia kemudian mampu menyewa lahan di Jl Mustari. Juga di Kota Batu.

Di tempat baru inilah dia banyak sekali dicurhati teman-temannya yang juga pelari. Kebanyakan, mereka kebingungan mencari pekerjaan setelah tak lagi menjadi pelari berprestasi. “Ya mereka saya tampung semua, asalkan mau bekerja kasar,” ujar suami Sri Utami ini.

Waktu itu, dia tidak memikirkan darimana uang untuk menghidupi teman-temannya itu. Tetapi Suprapto tak pernah ambil pusing. Hanya rasa optimis tinggi, dia tetap semangat bekerja. Sejak itu usaha lasnya maju pesat.

Suprapto pun harus menyewa tempat lagi di Dusun Bendo, Sidomulyo, Batu, karena usahanya yang makin pesat. Bahkan ia juga menyewa tempat di Jl KH Agus Salim, lalu di Jl Brantas, dekat Sungai Brantas. ”Khusus untuk di dekat Sungai Brantas itu untuk membina 14 napi yang dititipkan LP Lowokwaru,” jelas Suprapto.

Memang, sejak usahanya sukses, Suprapto tidak hanya dipercaya bank, LP Lowokwaru pun memercayakan untuk menjadi pembina napi-napi yang ingin menekuni bidang perbengkelan las. Yang membanggakan dia, selama hampir 1,5 tahun ini, LP Lowokwaru masih memercayainya. Karena pembinaan yang dia lakukan dinilai berhasil. Mengingat kabarnya pembinaan yang dilakukan di beberapa daerah banyak yang gagal.

Berapa jumlah semua karyawan sekarang? Suprapto mengaku lupa karena jumlahnya berubah-ubah sesuai kebutuhan. Apalagi, dia tidak hanya membuka perbengkelan las. Tapi juga mencoba merambah bisnis perumahan. Saat ini dia mengaku sedang membangun kompleks perumahan sederhana di Kota Batu.

Kini bengkel las milik Suprapto tersebar di Malang Raya. Ada juga di luar Malang Raya. Semuanya ada tujuh bengkel.

Meski usahanya sudah menggurita, Suparto tidak meninggalkan hobinya lari. Karena kini dia masih aktif membina para pelari di Kota Batu yang tergabung dalam klub Atletik Puma. Maklum, dia juga salah satu orang yang membidani lahirnya PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) Kota Batu. Mantan anggota Ikatan Pelari Atletik Malang (IPAM) ini berharap akan muncul bibit-bibit pelari nasional dari Kota Batu ini.

JPNN

Baca juga :

biografi atlit lari nasional, makalah tentang teh, riwayat hidup atlet pelari nasional, profil pelari, biografi atlet lari

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • Digg
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

iklan murahiklan murah

cara diet sehat



Komentar :