Tak banyak penggemar musik jazz di tanah air, apalagi di Malang Raya. Namun dari yang sedikit itu, ada nama Kevin Geraldo. Siswa kelas 9 SMP Charis Internasional itu menjadi gitaris termuda grup band beraliran jazz, Amour de Lakustic.
Penampilan delapan personel band Amour de Lakustic begitu memukau pengunjung salah satu restoran di Kota Batu, Sabtu malam (15/5) lalu. Lagu-lagu milik Gary Moore bertitel Still Got The Blues dan beberapa karya Lee Ritenour serta karya milik Tohpati mengalun begitu indah.
Petikan gitar mengalun begitu syahdu mengiringi irama musik jazz itu. Jari-jari mungil gitaris Kevin Geraldo begitu lincah memainkan gitar holo body. Beberapa kali pengunjung memberi aplaus saat Kevin demo keahliannya dalam memainkan gitar.
Kevin memang selalu menjadi bintang dalam setiap manggung. Maklum, selain menjadi personel termuda, saat ini usianya 15 tahun, kemampuannya dalam memainkan gitar terbilang tak biasa. “Karena sejak kelas 4 SD saya sudah mulai les privat gitar,” kata Kevin.
Kevin menjelaskan, dirinya gandrung dengan jazz karena kebetulan saja. Dari beragam jenis musik yang ada, nalurinya memilih untuk menjadi penyuka. Maka ketika dia lebih serius menggeluti dunia musik, dia terus mengasah kemampuannya dalam bermain musik.
Beberapa tempat kursus musik, khususnya gitar diikuti Mulai privat, ikut di studio musik hingga sekolah musik di Purawacaraka Music. Dari beberapa dasar teknik bermain gitar hasil kursus, kemudian dikembangkan sendiri di rumah. Termasuk juga mengadopsi gaya main gitaris top dunia seperti Lee Tenaur asal Amerika Serikat. “Saya setiap hari wajib berlatih sendiri lima jam,” imbuh putra Andre Stevanus ini.
Kemampuan Kevin memainkan gitar ini akhirnya mengantarkannya bergabung dengan band Amour de Lacustic. Grup band yang sudah memiliki agenda tetap setiap Sabtu malam manggung di restoran dan hotel Kota Batu ini memiliki delapan personel.
Dan mayoritas personel berusia lebih dari 25 tahun. Namun Kevin tak canggung bermain dengan mereka. Karena ia memiliki kemampuan cukup. Apalagi orang tuanya juga memberi support. “Belajar gitar itu dulu juga atas permintaan mama saya (Claudia Twiggy Viviani). Jadi saya didukung penuh,” urai bocah yang tinggal di Jl Diponegoro Kota Batu ini.
Jam terbang manggung Kevin tak hanya di Malang Raya. Dia pun juga pernah diminta tampil di Hotel Melia Purosani, Jogjakarta. Di sana dia tampil untuk menghibur tamu hotel dari berbagai negara. Orang tuanya pun memberi restu Kevin ketika manggung ke luar kota sekalipun.
Tentu dengan catatan tidak sampai mengganggu sekolahnya. Karena itu, dia biasanya manggung ketika sekolah sedang libur. “Nilai saya juga tak sama dengan teman-teman yang lain,” imbuh gitaris yang mengidolakan Tohpati ini.
Dukungan orang tua juga tak sekadar memberi restu. Lima buah gitar telah menjadi koleksi Kevin. Yakni dua gitar akustik, dua gitar elektrik, dan gitar holobody. Semua gitar itu adalah pemberian dari orang tuanya. “Satu gitar saya ada yang seharga Rp 10 juta,” tandas dia.
Kevin menerangkan, dirinya menyukai jazz karena aliran musik ini bernilai seni tinggi. Berbeda dengan jenis musik lain yang bisa gitar asal-asalan saja sudah cukup. Namun untuk bermain musik jazz, butuh keahlian dan gitar yang sangat khusus.
Teknik bermain gitarnya pun jauh lebih sulit dari aliran musik lain. Karena itu tidak banyak pemain musik yang menyukai jazz. “Makanya saya ingin mengajak masyarakat untuk menyukai jazz. Sebab kalau tidak ada yang memulai dari generasi seumuran saya, lama-lama jazz akan hilang,” ungkap gitaris jazz aliran smooth jazz ini.
JPNN
Baca juga :
Komentar :