Friday, September 10, 2010 9:22 WIB

Jagoan Financial Planner Malang

Oleh web admin pada Thursday, March 4, 2010, 18:55
Kategori Profil ada 0 Tanggapan .

Bagaimana mengubah blog WordPress menjadi MESIN UANG yang MEMATIKAN !! Tutorial komplit dilengkapi Software dan Script Siap Pakai SEO Complete Guide for Wordpress Instant Internet Business Ideas

Semangat dan kerja keras. Itu yang selalu dibawa siapa pun sebagai kunci sukses. Meski begitu, untuk sukses, kalimat itu tak harus berada di pikiran saja, tapi action. Semangat inilah yang membawa para perencana keuangan (financial planner) Malang sukses. Siapa saja mereka?

Usianya baru genap 35 tahun pada Agustus 2010 mendatang. Tapi sukses yang menyertai Eka Putra Sakti, bisa dibilang melebihi usia kebanyakan orang. Pria kelahiran Jakarta tersebut saat ini menahkodai satu kantor pusat dan empat kantor perwakilan PT EAM (Eka Agency Management) Financial, mitra perusahaan jasa pemasaran PT AIA Financial. Lebih tepatnya sebagai agency director PT EAM Financial.

PT EAM Financial didirikan pria yang akrab disapa Eka tersebut pada September 1994. Jadi, sekitar 16 tahun Eka berpengalaman bergerak di bisnis asuransi. Saat ini dia membawahi 420 karyawan, 20 di antaranya jajaran manager. Para mitra bisnis tersebut tersebar di kantor pusat yakni Malang dan luar kota. Masing-masing Kantor Perwakilan Cabang Surabaya, Sampit, Kediri, dan Samarinda.

Tentu, kesuksesan itu tidak datang secara kebetulan. Kegigihan Eka meraih masa depan itu dimulai selepas lulus SMA. “Saya ini dibesarkan dari keluarga pas-pasan. Usia sembilan bulan, saya malah sudah ditinggal Papa (Benny Ingkriwang) karena kecelakaan. Saya dibesarkan Mama (Hermin Andreas) dengan didikan keras,” ungkap Eka saat ditemui di kantornya, Jl Merbabu No 29, beberapa hari lalu.

Besar dalam keluarga single parent, justru membuat mental Eka terlatih. Satu yang ada di benaknya kala itu, kalau ingin sukses harus mau kerja keras. Maka, begitu dia diterima di UB (Universitas Brawijaya) jurusan teknik mesin, muncul keinginan untuk mencari penghasilan. Ia mencoba mengadu nasib melalui salah satu iklan lowongan pekerjaan yang dimuat Jawa Pos kala itu.

“Saya diterima di PT AIG Lippo Life (sekarang PT AIA Financial) sebagai marketing. Gembira rasanya, karena dengan ijazah SMA sulit untuk meraih posisi lain,” ungkap pria yang pernah menempuh pendidikan ChFC (Chartered Financial Consultant) dan CFP (Certified Financial Planner) itu.

Menjalani pekerjaan sebagai marketing ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Malah tiga bulan awal, dia nyaris putus asa. Bagaimana tidak, target berburu nasabah tak membuahkan hasil. “Masa-masa sulit tidak akan pernah saya lupakan. Saya merasakan betul-betul susahnya mencari uang. Saya mencoba bertahan, hingga mendapatkan nasabah pada bulan keempat,” ujar ayah dua anak tersebut.

Keberhasilan itu membuat semangat Eka terpompa untuk menguatkan tekadnya bertahan. Selama tiga tahun ia pun bekerja sambil kuliah. Bagi Eka, yang penting pintar membagi waktu. Pagi hari dia manfaatkan kuliah dan sore harinya untuk bekerja. Menjalani dua hal itu tentu tidak segampang membalikkan telapak tangan. Eka benar-benar harus berjuang ekstra keras agar kuliah dan bekerja bisa berjalan seirama.

Alhasil, karir Eka dibilang cukup mulus. Kurang lebih tiga tahun terjun sebagai marketing, tak dibayangkan dia mendapat promosi jabatan sebagai supervisor agency atau lebih dikenal manager. Seketika itu pula membuat Eka memutuskan berganti haluan di jalur pendidikan. Dulunya dia kuliah di jurusan teknik mesin, maka setelah menduduki jabatan baru pada 1997 itu, ia putuskan berganti jurusan.

“Saya tinggalkan jurusan teknik mesin dan saya ganti masuk jurusan akuntansi. Tekad saya, ingin total menekuni bisnis asuransi. Akuntasi saya rasa akan mendukung karir saya,” ucapnya.

Bak menaiki anak tangga, pelan tapi pasti, karir Eka berjalan. Hanya saja sepanjang dia berjalan, terkadang juga mengalami saat surut. Belum lama ini, akhir 2008 lalu roda bisnisnya sempat terhantam badai krisis finansial global. Perusahaan yang menaungi sempat diberitakan kolaps. Eka hanya bisa menguatkan, baik untuk dirinya maupun semua mitra bisnisnya agar mudah menyerah.

“Saya meyakini, di balik kesulitan ada kemudahan. Begitu pula, setiap kali ada kesulitan pasti akan ada kemudahan,” ucap anak tunggal tersebut.

Badai krisis itu berhasil dilalui. Karir Eka bertahan di posisi menanjak seperti yang dinikmati sekarang. Lebih dari 20 ribu orang berhasil diwadahi menjadi nasabahnya. Tahun ini dia menargetkan ada penambahan sekitar 1.500 nasabah baru. Dengan total premi Rp 90 miliar. Kotribusi premi tahun 2009 lalu sebesar Rp 5 miliar.

Pukul 17.00 Stop Urusan Kantor
Sebagai wanita yang memiliki peran ganda, bekerja dan sebagai ibu rumah tangga, Reine tak ingin mengesampingkan satu di antaranya. Sulit memang kalau benar-benar dalam posisi berimbang. Hanya saja, ibu dua anak tersebut, mengaku cermat untuk urusan waktu.

Mulai pukul 08.00 sampai 16.00 full untuk urusan kantor. Apalagi dengan jabatan yang didudukinya, sebagai pimpinan tentu tak ingin hanya sekadar main perintah, tapi juga bisa memberi contoh.

“Prinsip saya leader by example. Bagaimana seorang pemimpin bisa berhasil, kalau dia hanya matang secara teori,” ucapnya.

Bagaimana dengan keluarga? Menurut Reine, jadwalnya sudah terprogram. Mulai pukul 17.00 dia menyetop untuk urusan pekerjaan. Termasuk jika harus bertemu dengan klien, sebisa mungkin tidak sampai melewati batas waktu itu. “Kalau saya sudah di rumah, maka yang saya pikirkan bukan pekerjaan lagi. Saya tidak mau membawa urusan pekerjaan ke rumah. Begitu di rumah yang saya pikirkan adalah keluarga,” tambahnya.

Khusus akhir pekan, Sabtu – Minggu, Reine juga mengagendakan sebagai waktu berlibur keluarga. Meski tak harus keluar kota, paling tidak mengisi waktu untuk keluarga seoptimal mungkin. Meski hanya makan bersama di rumah, tapi itu menjadi saat-saat yang sangat dinantikan. Apalagi, sang suami juga bekerja di luar kota, yakni Surabaya. Sehingga intensitas bertemu dengan suaminya tidak bisa setiap hari.

Disinggung dunia asuransi yang identik dengan dunia “lobi”, singkat Reine katakan, bekerja secara profesional saja. Dia mengaku, selama ini belum pernah mendapatkan perlakuan tidak mengenakan dari calon nasabahnya. Misalnya, dengan calon nasabah dari lawan jenis. “Saya tekankan, bisnis ansuransi itu bisnis kepercayaan. Kalau ingin tetap eksis, saya rasa sudah tahu apa saja yang perlu dihindari. Konteks profesional,” ujarnya.

Incoming search terms for the article:

eam financial,eam aia,EAM financial malang,asuransi AIA financial eka agency,manajer sebagai planner,AIA financial cabang malang,pt eam financial,PT EAM FINANCIAL JL MERBABU MALANG,PT EAM financial planner,financial planning surabaya



Beri Tanggapan