Thursday, February 9, 2012 17:15 WIB


cara diet sehat


Hadi Apriliawan, Duta Lingkungan Nasional dari Universitas Brawijaya

Oleh pada Wednesday, May 5, 2010, 12:15
Kategori Profil ada 0 Tanggapan .

iklan murahiklan murah

cara diet sehat

Kejelian Hadi Apriliawan memanfaatkan fungsi biji kapuk (klenteng: bahasa Jawa) melambungkan namanya di tingkat nasional. Ia menjadi salah satu duta lingkungan hidup setelah bersaing dengan 4.000 mahasiswa se-Indonesia.

Tak banyak yang memperhatikan biji kapuk. Padahal biji berwarna hitam itu ternyata mengandung potensi bahan energi tinggi berupa zat etanol. Hadi, mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (UB) tanpa sengaja menemukan potensi itu.

Berawal dari memunguti biji kapuk yang banyak terbuang di kampung halamannya di Banyuwangi, Hadi tergoda untuk melakukan penelitian. Sebab saat ia memencet biji kapuk itu, ternyata muncul minyak. Ia pun semakin penasaran dan yakin ada manfaat yang besar di biji kapuk itu.

“Kebetulan di kampung saya kan banyak pohon kapuk, jadi ada banyak bijinya yang berserakan. Karena biji itu tidak laku dijual, makanya dibuang,” kata Hadi ditemui di kampusnya kemarin.

Karena penasaran dengan potensi itu, ia pun mengumpulkan sekitar lima kilogram biji kapuk untuk dibawa ke laboratorium di Fakultas Teknologi Pertanian UB. Lima kilogram biji kapuk itu ia campur dengan alkohol.

Setelah melalui proses pencampuran selama 11 menit, molekul minyak yang ada di biji kapuk pecah. Proses kimiawi berlanjut dari metil, etil ester dengan gliserol lalu berubah menjadi etanol. Dan kandungan etanolnya mencapai 60-70 persen. “Etanol inilah yang fungsinya sebagai salah satu bahan bensin. Dan ini sudah kami ujikan,” ungkap dia.

Hadi menjelaskan, untuk mendapatkan etanol sebanyak satu liter, setidaknya dibutuhkan biji kapuk sebanyak lima kilogram. Hasil penelitian inilah oleh Hadi diikutkan tampil di kompetisi duta lingkungan yang diselenggarakan PT Jaya Asih Grup di Jogjakarta Expo Center.

Ada 4.000 proposal mahasiswa yang ke panitia sejak 12 April. Dari proposal sebanyak itu, setelah diseleksi menyisakan 20 proposal yang lolos babak final yang digelar pada 1-2 Mei. Dan salah satu dari 20 proposal itu adalah penelitian berjudul X-Sonic Ceiba-Gyser milik putra pasangan Tumirin dan Sudarmi ini.

Sebanyak 20 peserta itu wajib melakukan presentasi atas uji penelitian yang sudah dilakukan. “Alhamdulillah saya akhirnya terpilih menjadi salah satu yang terbaik dan dianugerahi duta lingkungan,” tandas Hadi.

Ke depan, Hadi berharap karya ini bisa dikembangkan lagi oleh perusahaan yang lebih besar. Sebab potensi pada biji kapuk itu memang sangat besar. Sebelumnya etanol banyak dihasilkan dari bahan singkong. Namun dari hasil penelitian, kandungan etanol yang ada di singkong itu hanya 40 persen.

Sementara di biji kapuk bisa sampai 70 persen. “Yang susah itu memang bahan biji kapuk tak begitu melimpah. Beda dengan singkong yang bisa ditanam secara mudah dan cepat panen,” urai Hadi yang mengaku dapat hadiah Rp 4 juta dari ajang itu.

Karena itu, Hadi berusaha terus sosialisasi hasil peneltiannya ini ke masyarakat. Haapannya jika masyarakat, khususnya petani sudah tahu dengan manfaat bear yang ada pada biji kapuk, ada semangat untuk menanam. Sehingga ke depannya, masyarakat bisa meproduksi sendiri energi alternatif dari biji kapuk. Apalagi cara pembuatannya juga tak sulit. “Saya yakin kalau sudah banyak yang bisa produksi biji kapuk menjadi bahan energi, negeri ini tak lagi kekurangan sumber energi,” urai alumnus SMA Darus Sholah Singojuru, Banyuwangi ini.

JPNN

Baca juga :

hadi apriliawan

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • Digg
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

iklan murahiklan murah

cara diet sehat



Komentar :