Tuesday, September 7, 2010 18:56 WIB

Eko Ilham, Pegawai Universitas Brawijaya yang Bikin Puluhan Lagu Bernuansa Akademis

Oleh web admin pada Sunday, March 7, 2010, 12:29
Kategori Profil ada 0 Tanggapan .

Bagaimana mengubah blog WordPress menjadi MESIN UANG yang MEMATIKAN !! Tutorial komplit dilengkapi Software dan Script Siap Pakai SEO Complete Guide for Wordpress Instant Internet Business Ideas

Minimnya grup band dari kampus yang eksis di dunia rekaman memancing perhatian Eko Ilham. Sejak satu tahun lalu, pegawai LP3 (Lembaga Pengembangan, Penelitian, dan Pengabdian) Universitas Brawijaya (UB) itu membentuk grup band dengan orientasi rekaman. Dia juga telah menciptakan sekitar 50 lagu bergenre pop full nuansa akademis.

Kemarin siang, Eko Ilham menunjukkan klip video lagu berjudul Di Sekolah dari sebuah compact disk (CD). Lagu itu dia putar di mobilnya, Toyota Vios, yang diparkir di kampus UB. Mengalun sebuah lagu berirama pop dengan sentuhan irama musik era 1970-an.

Jika disimak betul-betul, lagu itu mengingatkan pendengarnya pada grup Koes Plus. Bedanya, lagu itu dinyanyikan seorang gadis cantik bernama Anandayu yang juga mahasiswi Fakultas Teknik (FT) UB. Mengenakan jas almamater dengan latar gedung gedung rektorat dan beberapa pemandangan kampus UB, Anandayu membawakan lagu tersebut penuh penghayatan.

Sesekali, nuansa sekolahan -tepatnya saat kegiatan belajar mengajar dan ekstrakulikuler di salah satu SMA favorit Kota Malang- hadir dalam klip video itu. “Konsepnya memang tentang kenangan seorang mahasiswi akan sekolahnya dulu. Juga tentang pesan seorang guru kepada murid,” ujar Eko menjelaskan makna video klip itu.

Beberapa ungkapan yang menggambarkan aroma sekolah dalam lagu itu berbunyi begini: Satu dua tiga, kumulai bertanya. Pada teman semua sebangku sekolah. Tiada seindah, masa di sekolah. Kisah kasihnya seribu cerita. Ingat pesan guru, mulia selalu. Belajar tuntut ilmu, tuk masa depanmu. “Tampaknya kurang populer ya… Tapi inilah yang saya jadikan ciri khas. Hanya mencipta lagu-lagu bertema akademis,” ungkap laki-laki kelahiran 1 Mei 1959 itu.

Lagu Di Sekolah hanya satu dari banyak tembang akademis yang telah Eko ciptakan. Sebanyak 30 lagu di antaranya dibuat sejak awal 2000. Sedangkan 20 sisanya hasil mengais kenangan lagu yang dia ciptakan saat masih muda dulu. Begitu muncul dalam ingatan, lagu-lagu masa mudanya ditulis kembali dan diformat ulang. “Mencipta lagu ini jawaban atas kerinduan saya akan dunia musik yang pernah saya geluti dulu,” tutur Eko.

Sebelum konsentrasi kembali ke jalur musik, Eko mengaku sempat vakum lama dari dunia musik. Kalau dihitung, hampir 20 tahun dia tak menyentuh lagi musik dengan maksimal. Padahal, ketika muda dulu, tepatnya saat duduk di bangku SMA Persid Surabaya tahun 1975-1978, dia sempat bergabung dengan grup anak sekolah bernama Cipred yang singkatan dari Cinta Perdamaian. Selain berada di posisi backing vocal, Eko pemegang bas. “Lagu-lagu Cipred saya ciptakan semua,” kata suami Siti Romlah, dosen Poltek Negeri Malang (Polinema), tersebut.

Lama kegiatan bermusik tidak dilakukan dengan maksimal. Sampai akhirnya, ketika Eko ditempatkan di RKB (ruang kuliah bersama) UB sekitar tahun 2000, dia mulai berpikir kembali tentang musik. “Saya merenung, kenapa band-band dari dalam kampus tidak ada yang berani rekaman. Padahal, dengan rekaman, mahasiswa bisa memperoleh uang,” ungkapnya.

Dari situlah, Eko lalu mencoba kembali mencipta sekaligus mengaransemen sebuah lagu. Eko juga sengaja memilih lagu bertemakan akademis. Alasannya, selama ini grup band yang lahir dari dalam kampus kurang tertarik dengan lagu-lagu tema akademis. Mereka lebih memilih menyanyikan lagu-lagu grup band atau musikus papan atas Indonesia seperti Ungu, Mulan Jameela, dan Ahmad Dani. “Saya tidak ingin meniru yang begituan. Saya hanya ingin lagu bertema akademis. Baik itu tentang guru, sekolah, lingkungan, bakti kepada negara, hingga kisah cinta anak sekolahan dan mahasiswa,” beber bapak tiga anak itu.

Hasilnya, Eko telah merekam 7 lagu dari 10 lagu di album pertama yang dibawakan oleh RKB Band. RKB adalah band yang dia dirikan dengan lima personel dan semuanya mahasiswa. Dari tujuh lagu terekam itu, beberapa di antaranya sudah dibuatkan klip video. Isinya, selain Di Sekolah, ada juga lagu berjudul Nusantara dan Sinar Ilahi. “Genrenya tetap sama: pop. Tapi musiknya lintas generasi,” ucap dia.

Bahkan, Nusantara sempat diikutkan dalam lomba cipta lagu tingkat nasional yang diselenggarakan Dirjen Politik Depdagri. Hanya, Eko kurang beruntung karena tak menang. Selain itu, tembang Di Sekolah dilirik Mabes Polri untuk dijadikan mars narkoba. “Saat ini masih nego. Kalau gol, liriknya akan saya ubah,” urai pria yang gemar menulis opini ini.

JPNN

Incoming search terms for the article:

lagu di sekolah ub,lagu malangan,kegiatan dalam mengaransemen lagu,eko ilham,persid tahun 1978,lagu-lagu yang bertemakan perdamaian (english),lagu bernuansa malang,Jumlah Pegawai Universitas Brawijaya Malang,jas almamater universitas brawijaya malang,eko ilham universitas brawijaya



Beri Tanggapan