Monday, September 6, 2010 0:45 WIB

Tenaga Honorer Mapan di Pemkot Batu, Buru PNS Demi Status

Oleh web admin pada Saturday, February 13, 2010, 17:22

Bagaimana mengubah blog WordPress menjadi MESIN UANG yang MEMATIKAN !! Tutorial komplit dilengkapi Software dan Script Siap Pakai SEO Complete Guide for Wordpress Instant Internet Business Ideas

Sejumlah tenaga honorer dengan ekonomi mapan bervariasi menanggapi kebijakan pemerintah yang tidak bisa mengangkat mereka menjadi PNS. Ada yang kecewa ada, ada yang masih belum bersikap, dan ada juga yang tenang-tenang saja.

Kemarin, Radar memantau tenaga honorer non-database di Pemkot Batu yang sehari-hari bekerja dengan mengendarai mobil. “Saya kecewa sekali ada aturan seperti itu. Tapi, eman juga mau ditinggalkan, karena belum ada pekerjaan lain,” ujar salah satu tenaga honorer berinisial Br di kesekretariatan daerah itu.

Menurut tenaga honorer yang sering terlihat mengendarai sedan Hyundai ini, dia masuk sebagai tenaga honorer tahun 2006, dia tidak tahu kalau ada PP 48/2005 tentang pengangkatan tenaga honorer menjadi PNS, yang menyebutkan bagi yang tidak masuk database tidak bisa diangkat.

Untuk itu, dia akan mencoba untuk mengejar PNS itu melalui jalur umum. Untuk ikut di jalur umum, tidak harus di Batu, tetapi bisa di daerah lain yang ada formasi dengan jurusan dia sebagai sarjana ekonomi.

Kenapa kok masih ingin jadi PNS? Dia tertawa sejenak. Menurutnya, status PNS bisa menciptakan rasa aman, karena nantinya ada pensiun. Namun, untuk saat ini, dia masih berjanji untuk mengabdi sebaik-baiknya di Pemkot Batu. Pasalnya, gaji tenaga honorer non-database ini juga lumayan, nilainya sama dengan UMK Kota Batu 2010, yaitu Rp 989 ribu per bulan. “Kan sayang kalau belum ada pekerjaan lain terus ditinggal,” ujarnya sembari tersenyum lagi. Dia juga berharap pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan agar bisa mengangkat tenaga honorer yang tidak masuk database BKN.

Sementara itu, tenaga honorer non-database lainnya berinisial F yang diwawancarai Radar mengaku masih belum bisa memikirkan soal sikap selanjutnya. Tenaga honorer yang sering terlihat mengendarai sedan ini hanya berharap ada aturan pemerintah pusat yang bisa mengangkat tenaga honorer yang belum masuk database itu. “Wah, saya belum bisa memberikan komentar Mas, yang lain saja ya,” ujar anak salah satu mantan pejabat penting ini saat dihubungi via telepon kemarin.

AW, salah satu guru honorer yang juga tidak masuk database mengaku santai meski sudah tidak ada peluang bisa diangkat menjadi PNS. Menurut tenaga honorer yang kini gajinya sekitar Rp 700 ribu itu, dirinya mendapat SK sebagai guru honorer tahun 2005 lalu. Namun, dia memang tidak bisa masuk database karena berbagai alasan. “Kalau saya tidak ada masalah, tidak jadi PNS tidak apa-apa,” terang guru yang sehari-hari naik Honda Civic ini.

Menurut dia, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, dia tidak hanya mengandalkan sebagai guru. Tetapi, ada pekerjaan lain yang bisa mendatangkan penghasilan lumayan. Maka, sejak diangkat sebagai tenaga honorer guru, dia hanya sekali berharap bisa diangkat sebagai PNS. Setelah ada aturan yang menutup kemungkinan itu. Dia pun santai-santai saja.

AW juga mengaku tetap semangat dalam mengajar, karena bagi dia mengajar adalah pekerjaan yang menarik dan unik. Sementara, ditanya soal anggapan kinerja tenaga honorer yang mapan malas bekerja, AW juga menolak anggapan itu. Karena menurut dia, banyak juga tenaga honorer non-database yang memiliki etos kerja baik.

Incoming search terms for the article:

tenaga honorer kota batu,HONORER KOTA BATU,kebijakan tenaga honorer yg memiliki sk th 2005,solusi tenaga honorer tahun 2010,Tenaga honda batu 2010,cara masuk cpns lewat jalur honorer,honorer non database kota batu,berita terkini honorer nondatabase,berita tenaga honorer kota batu,honorer sk 2005



Beri Tanggapan