Thursday, February 9, 2012 16:43 WIB


cara diet sehat


Sekolah Swasta di Malang Salahkan Diknas Malang

Oleh pada Thursday, February 4, 2010, 17:55

iklan murahiklan murah

cara diet sehat

Dinas Pendidikan Kota Malang telah membuat satu teroboson untuk mempersempit kesenjangan kualitas sekolah swasta dengan negeri. Karena versi diknas, penyumbang angka ketidaklulusan tertinggi dari hasil tryout pertama berasal dari sekolah swasta. Salah satu faktor penyebabnya karena sarana di beberapa sekolah swasta tidak selengkap di sekolah negeri. Misalnya laboratorium bahasa, lab komputer, lab kimia, atau biologi. Semua sekolah swasta belum memiliki secara komplet. Karena itu diknas membuat kebijakan agar sekolah swasta menggunakan sarana yang ada di sekolah negeri. Semua sarana itu sifatnya gratis, swasta tinggal koordinasi dengan negeri saja.

Bukan hanya itu, swasta pun bisa “pinjam” trainer dari guru negeri untuk menge-drill siswa yang lemah di mata pelajaran tertentu.

Namun terobosan dari diknas tersebut tidak sepenuhnya ditanggapi positif sekolah swasta. Sebaliknya, swasta menganggap bahwa terobosan itu bukti bahwa selama ini diknas tidak ada perhatian pada sekolah swasta. Kalau selama ini sekolah swasta dianggap diknas sebagai penyumbang angka ketidaklulusan terbesar juga dampak dari kebijakan diknas sendiri.

“Anda harus pahami bahwa siswa yang di swasta itu mayoritas buangan dari negeri. Jadi wajar kalau kualitasnya kalah. Persoalannya bagaimana diknas melakukan pembinaan,” kata Ridlwan Joharmawan, ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA swasta kemarin.

Menurut Ridlwan, kalau dirunut mulai awal, kebijakan diknas sudah tidak memihak ke swasta. Misal saja, sekolah negeri membuka kuota sangat banyak yang melebihi batasan aturan. Ini yang membuat swasta kehilangan banyak kesempatan mendapat anak didik. Belum lagi dari sisi sarana dan prasarana, negeri jauh dimanjakan. “Kalau diknas ingin angka lulus dari sekolah swasta tinggi, maka fasilitas juga setara dengan negeri,” imbuh dia.

Kasek SMA Laboratorium ini menambahkan, selama ini swasta memang selalu menjadi kambing hitam diknas jika angka lulus di Kota Malang rendah. Sementara upaya diknas terhadap pembinaan di sekolah swasta tidak begitu nampak. Kondisi ini, urai dosen kimia Universitas Negeri Malang ini, sampai kapan pun sekolah swasta selalu jadi sasaran jika sampai target kelulusan gagal. “Pembinaan ke swasta masih nol,” seru dia.

Tentang beberapa terobosan diknas menghadapi UN, Ridlwan yakin tidak akan efektif. Sebab sisa waktu yang dimiliki siswa sangat sedikit. Kecuali jika kebijakan itu sejak awal tahun pelajaran masih sangat membantu. “Apa mungkin di-drill hanya sebulan siswa langsung mampu, itu yang perlu dipetimbangkan,” kata Ridlwan dengan nada bertanya.

Seperti diketahui, dari hasil rekapan diknas, angka kegagalan tryout SMA mencapai 30 persen. Dari angka tersebut terbanyak dari sekolah swasta. Untuk mengevaluasi itu, diknas dalam waktu dekat akan mengumpulkan orang tua siswa di masing-masing sekolah. Tujuannya untuk mengevaluasi kelemahan anaknya masing-masing. Sehingga akan ada sinergi antara guru, siswa dan orang tua jelang UN. “Orang tua akan kita ajak melakukan pembinaan di masing-masing rayon,” tandas Kadiknas Kota Malang Shofwan via SMS kemarin.

Baca juga :

sma swasta di malang, implikasi sekolah gratis, dampak sekolah gratis

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • Digg
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

iklan murahiklan murah

cara diet sehat



Komentar :