Setelah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membikin Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), Universitas Brawijaya (UB) tak mau kalah. PTN terbesar di Malang ini kemarin membuat PTLMH di Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.
Pembangkit listrik alternatif ini menggunakan aliran air Coban Sewu untuk menggerakkan turbin. ”Air Coban Sewu tak pernah kering, makanya sangat pas untuk PLTMH,” ujar Rektor UB Prof Yogi Sugito di sela-sela peresmian PLTMH berdaya 5 KVA kemarin.
Dipilihnya Desa Bendosari ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan riset Tim PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) Fakultas Teknik UB, desa ini punya potensi air yang bisa dipakai PLTMH. Di sisi lain, sebagian besar warga juga masih belum mendapat pasokan listrik.
”Dasar inilah yang membuat UB terketuk menularkan teknologi ke masyarakat. Khususnya di bidang pembuatan PLTMH ini,” jelas Ir Teguh Utomo MT, koordinator PKM FT UB.
Pembangunan pembangkit ini, kata Teguh, menghabiskan dana sekitar Rp 125 juta. Dana itu berasal dari Ditjen Dikti Kemendiknas, kampus UB, dan swadaya masyarakat.
Dalam acara peresmian kemarin, dihadiri M. Taufiq (Manager Bidang SDM & Organisasi PT PLN Jatim) dan Manager PLN APJ Malang Isbiyanto. PLN hadir untuk mengapresiasi upaya UB memberi aliran listrik pada masyarakat. Dengan daya yang dihasilkan PLTMH ini, sedikitnya 26 KK warga Desa Bendosari akan bisa merasakan aliran listrik.
JPNN
Baca juga :
Komentar :