Thursday, February 9, 2012 7:34 WIB


cara diet sehat


PGRI Kota Malang Minta Evaluasi Kasek SMPN se Malang

Oleh pada Saturday, July 3, 2010, 13:40

iklan murahiklan murah

cara diet sehat

Terkait Kesulitan Orang Tua Siswa Miskin Minta Keringanan Daftar Ulang
Sejumlah kasek SMPN di Kota Malang yang mempersulit pengajuan keringanan biaya daftar ulang sepertinya patut waswas. Pasalnya, kebijakan sekolah yang tidak pro-rakyat miskin itu mulai menyulut reaksi dari berbagai kalangan.

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Malang mengecam langkah sekolah yang tidak memberikan kemudahan bagi orang tua miskin untuk membayar daftar ulang SMP. Bahkan, PGRI sudah meminta kepada dinas pendidikan (diknas) agar mengevaluasi kembali jabatan kasek SMPN.

“Kemarin di Hotel Montana (dalam seminar pendidikan, Red) sudah jelas bahwa Pak Shofwan (kadiknas) meminta sekolah menampung siswa miskin. Tapi, nyatanya sekolah masih tak menurut. Diknas harus mengevaluasi jabatan kaseknya,” pinta Ketua I PGRI Kota Malang Anton Henawanto, kemarin.

Upaya PGRI yang mendesak agar diknas segera mengevaluasi jabatan kasek yang tidak pro-rakyat miskin lantaran kejadian itu sudah berlangsung setiap tahun. Menurut Anton, setiap proses penerimaan siswa baru (PSB), banyak sekolah yang menolak orang tua siswa miskin. “Kalau biaya mahal, anak-anak ndak bisa sekolah. Ini bertentangan dengan wajib belajar 9 tahun,” ujar pria yang juga guru SMPN 3 ini.

Selain mendesak diknas, PGRI juga mengancam bakal melaporakan kasus tersebut ke PGRI Jatim. Melalui laporan tersebut, Anton berharap permasalahan itu bisa diangkat ke tingkat nasional. “Pendidikan itu bukan harga mati, masak orang tua siswa minta keringanan saja tidak boleh,” tuturnya.

Selain itu, PGRI juga mendesak agar DPRD Kota Malang terjun ke lapangan. Jika ditemukan adanya pelanggaran, dewan bisa memanggil pejabat diknas untuk hearing. “Dewan juga sudah saya ajak koordinasi,” katanya.

Hal senada juga dikatakan Forum Komunikasi dan Solidaritas (Fokus) Guru Kota Malang. Humas Fokus Guru Rahman Helmi mengaku miris dengan mahalnya biaya pendidikan. Padahal, sudah ada BOS. “Kami akan melakukan pendekatan ke sekolah. Kalau perlu kami datang per sekolah,” ujar Helmi saat ditemui di SMPN 3.

Diknas Kota Malang Panggil Kasek SMPN se Malang
Menanggapi persoalan ini, Kadiknas Shofwan mengatakan, pihaknya berjanji mengevaluasi beberapa kasek SMPN di Kota Malang. Rencananya, hari ini diknas bakal mengundang semua kasek SMPN. “Besok (hari ini) akan kami kumpulkan. Tentunya ada sanksi bagi mereka yang tidak menggubris imbauan kami tentang pemberian keringanan bagi warga miskin,” ujar Shofwan.

Shofwan juga heran dengan langkah kasek yang tidak memberikan kemudahan bagi orang tua siswa miskin. Padahal, katanya, pihaknya sudah secara tegas menginstruksikan agar sekolah mengakomodir siswa miskin.

“Kadang sekolah itu tak mau melaksanakan kebijakan di atas. Kami sudah suruh menggratiskan tapi masih saja begitu. Toh, ndak ada ruginya menggratiskan siswa miskin,” tandas Shofwan.

Anggota komisi D DPRD Kota Malang E’en Ambarsari saat dihubungi PGRI mengatakan, pihaknya akan melakukan peninjauan ke lapangan. Setelah itu baru akan berkoordinasi dengan diknas. “Nanti saya cek dulu,” ujar politisi dari Partai Gerindra ini.

JPNN

Baca juga :

cara buat psb online, membuat psb online, tutorial membuat psb online, cara membuat psb online, pendaftran siswa baru smp negeri 3 malang

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • Digg
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

iklan murahiklan murah

cara diet sehat



Komentar :