Monday, February 6, 2012 11:40 WIB


cara diet sehat


Pemkab Malang Uji Linux di Delapan Kecamatan

Oleh pada Monday, February 1, 2010, 21:36

iklan murahiklan murah

cara diet sehat

Langkah Pemkab Malang mengganti sistem operasi komputer dari windows menjadi linux direalisasikan tahun ini. Pemerintahan pimpinan Bupati Sujud Pribadi itu menetapkan delapan kecamatan sebagai lokasi uji coba. Migrasi ke sistem operasi tidak berbayar itu akan dilakukan bertahap hingga 2014.

Delapan kecamatan sebagai lokasi uji coba antara lain Kalipare, Sumberpucung, Wagir, Gedangan, dan Bantur. Tiga lainnya adalah Pagak, Kromengan, dan Donomulyo. Namun, uji coba migrasi ke Linux belum dilakukan di lingkungan sekretariat, dinas, dan kantor. “Kami coba dulu di kecamatan. Kalau sudah baik, baru nanti kami adopsi ke lingkungan sekretariat. Di kecamatan penggunaan komputer juga tidak sepadat di dinas atau kantor,” ungkap Henry Tanjung, kasubag pengolahan data elektronik (PDE) Pemkab Malang, kemarin.

Pemkab telah berkomitmen menggunakan software (perangkat lunak) legal. Selama ini operasi perkantoran pemkab menggunakan windows bajakan. Yang dimaksud legal bukan berarti harus membayar mahal. Pemkab menjatuhkan pilihan kepada sistem operasi berbasis linux jenis blank-on. Pemkab tidak memilih sistem operasi windows dan aplikasinya karena berharga mahal.

Hendry mengutarakan, delapan kecamatan terpilih karena beberapa alasan. Yang utama, operator di delapan kecamatan itu masih berusia muda. PDE menilai mereka sudah familiar dengan komputer dan sistem aplikasinya. Perangkat kecamatan yang berusia muda juga dipandang lebih terbuka dengan ilmu baru karena bersemangat untuk belajar. “Kami mohon maaf, kalau sudah berumur, biasanya kurang semangat untuk belajar komputer. Apalagi yang agak-agak njlimet,” kata dia.

Alasan lain, operator komputer di delapan kecamatan itu rajin mem-posting kabar ke situs milik pemkab, www.pemkabmalang.go.id. Sehingga, besar harapan penggunaan linux di komputer kecamatan bisa teralisasi. “Kami coba dulu agar bisa tahu sisi positif dan negatifnya. Kalau tidak dicoba, kami tidak tahu,” katanya.

Untuk melatih para staf kecamatan, PDE menggunakan jasa siswa SMK yang magang di pemkab. Siswa dari SMK jurusan teknologi informasi (TI) diminta mendampingi penggunaan linux. Siswa mendapatkan pengalaman magang, sebaliknya perangkat kecamatan mendapatkan ilmu dan keterampilan operasi komputer.

Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Malang Unggul Nugroho berharap, uji coba yang dilakukan di delapan kecamatan itu bisa memberikan gambaran sisi positif dan negatif penggunaan linux. Yang pasti, sistem operasi linux memang tidak berbayar alias gratis. Namun, soal kebiasaan serta kecepatan dan efektivitas, perlu ada saran dan pendapat dari pengguna. “Kalau komputer hanya untuk mengetik atau aplikasi office, memang menggunakan open source lebih hemat. Tak perlu membayar lisensi,” katanya.

Baca juga :

unggul nugroho kab malang

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • Digg
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

iklan murahiklan murah

cara diet sehat



Komentar :