Pemkot Batu akan terus berupaya untuk memperjuangkan tenaga honorer non-database itu. Meski saat ini ada aturan tenaga honorer non-database tidak bisa diangkat, pemkot akan terus berupaya mencari solusi. “Kami sering membicarakan masalah ini ke pemerintah pusat dan anggota DPR RI,” ujar Wakil Wali Kota Batu Ahmad Budiono usai salat Jumat kemarin.
Menurut dia, bagaimana pun tenaga honorer yang saat ini, ada yang lebih berpengalaman dan sudah mengetahui pekerjaannya dengan baik. Untuk itu, daripada harus mengangkat orang baru yang sama sekali tidak punya pengalaman, pemkot lebih suka mengangkat yang sudah punya pengalaman. “Kami berharap pemerintah pusat, mengeluarkan kebijakan baru yang membolehkan mengangkat tenaga honorer yang saat ini belum masuk database BKN,” terang mantan politisi PKB ini.
Kepada para tenaga honorer yang saat ini belum masuk database, Budiono meminta agar optimistis dan tetap bekerja dengan baik. Selain itu, pemkot juga tidak akan memecat begitu saja.
Sementara, Ketua Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Batu Abu Sofyan mengatakan, BKD hanya akan melaksanakan kebijakan pemerintah dalam mengangkat pegawai untuk menjadi PNS. Maka, BKD juga tidak bsia berbuat banyak untuk membantu tenaga honorer yang tidak masuk database BKN itu.
Menurut dia, saat ini jumlah total pegawai di Pemkot Batu sebanyak 4.508 dari jumlah itu, yang PNS sebanyak 3.672, tenaga honorer yang masuk database 158 dan tenaga honorer non-database sebanyak 678. Namun, untuk tahun ini, dia masih belum tahu apakah akan ada kuota untuk pengangkatan CPNS lagi atau tidak. “Kami menunggu informasi dari BKN, Batu ada kuota atau tidak,” ujar mantan kepala dispenduk capil naker ini.
Baca juga :
Komentar :