Even Malang Kembali V mulai digagas. Rencananya, even terbesar yang selalu dipusatkan di poros Jl Ijen itu bakal digelar minggu ketiga Mei. Kali ini, tema yang bakal diangkat adalah Rekonstruksi Budaya Panji. Pemkot sendiri telah menganggarkan Rp 400 juta untuk menyokong kegiatan itu.
Kadisbudpar Pemkot Malang Rr Diana Ina Wahyu Hidayati mengatakan, meski telah dipastikan pada minggu ketiga Mei, namun tanggal pastinya belum ditetapkan. Alasannya, konsep itu harus dilaporkan dulu pada wali kota. “Tanggalnya menyusul. Nanti dirapatkan kembali,” ujar Diana, usai rapat persiapan Malang Kembali V di Balai Kota, kemarin.
Diangkatnya rekonstruksi budaya panji karena di dalamnya penuh dengan nilai-nilai luhur di segala bidang. Mulai nilai kehidupan, spiritual, sosial, hingga tatanan pemerintah. “Tujuannya tak hanya sekadar hiburan, tapi juga edukasi pada masyarakat tentang budaya Panji,” kata mantan kasatpol PP Pemkot Malang itu.
Dipertahankannya even Malang Kembali itu, lanjut Diana, karena ajang sebelumnya mampu menyedot wisatawan dalam jumlah luar biasa. Estimasi Diana, potensi wisatawan lokal ditambah wisatawan mancanegara yang mengunjungi even itu mencapai 400 ribu orang tiap hari. “Sebenarnya DPRD meminta agar ditiketkan mengingat potensi PAD sangat tinggi. Tapi kami berpikir jangan tahun ini, mungkin tahun depan saja,” ucap dia.
Sementara itu, konseptor Malang Kembali Dwi Cahyono menambahkan, rekonstruksi budaya Panji itu sebenarnya sebuah kesusasteraan. Di dalamnya banyak menceritakan tentang cerita-cerita rakyat sarat nilai. Seperti cerita ande-ande lumut, cerita tentang dua anak nakal yang kemudian dikutuk menjadi ular dan kelapa muda, dan banyak lagi. Termasuk, tentang sistem irigasi yang diadopsi kerajaan Majapahit. “Budaya Panji ini banyak diambil oleh negara-negara luar. Seperti Thailand dan Filiphina. Justru di Malang sangat ketinggalan,” ungkap Dwi.
JPNN
Baca juga :
Komentar :