Sempat ada kekhawatiran penjualan Apel Batu akan semakin tersaingi dengan buah impor jika perdagangan bebas ASEAN Free Trade Agreement (AFTA) berlaku. Karena dengan pasar bebas itu bukan tidak mungkin Apel Batu akan tergeser dengan apel-apel dari negara lain, terutama China.
Ancaman itu pun sudah dipelajari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Apel Batu Lestari. Mereka menyatakan akan siap menantang gencarnya serbuan buah apel dari luar. “Kami yakin masih Apel Batu akan mampu bersaing dengan apel China,” ujar Wito Argo, bendahara Gapoktan Apel Batu Lestari.
Wito mengatakan, selama ini sudah banyak buah dari luar yang masuk ke Batu. Tapi buktinya Apel Batu tetap memiliki pasar sendiri. Misalnya para wisatawan yang datang ke Batu, pasti lebih memilih apel Batu sebagai oleh-oleh dibanding dengan apel China.
Selain itu, rasa Apel Batu juga tetap beda dengan apel dari luar. Menurut dia, apel lokal lebih digemari konsumen karena rasanya lebih lezat dan segar karena baru dipetik dari kebun. Selain itu, apel Batu juga menjadi bahan olahan untuk produk-produk yang lain, seperti jenang apel, sari apel, keripik apel dan masih banyaklagi produk khas yang berbasis apel. Sehingga, rasanya tidak mungkin pula pengusaha jenang apel atau sari apel akan membeli apel dari China.
Sebenarnya, petani apel tidak masalah ada buah apel dari mana saja masuk ke Indonesia. Dengan syarat, pemerintah bisa memperhatikan kebutuhan petani apel. Supaya petani bisa terus merawat tanamam apel dan menghasilkan produksi yang baik. Dikatakan Argo, kini pemerintah kurang pas dalam membantu petani apel. Pemerintah lebih banyak memberikan bibit, tetapi tidak memberikan modal untuk merawat pohon apel itu.
“Kalau bibit ditanam begitu saja ya selesai tak ada buahnya sampai kapanpun,” terang pria petani yang juga anggota DPRD Kota Batu ini.
Utuk itu, dia berharap, pemerintah menjembatani petani apel untuk mencari pinjaman modal. Mengingat, jika saat ini petani datang sendiri ke bank untuk pinjam uang sudah tidak dipercaya. Padahal, sebenarnya, jika apel dirawat dengan baik dan berbuah normal, petani masih bisa untung besar dan yakin bisa mengembalikan pinjaman modal itu.”Tapi kalau masalah ini tidak diperhatikan, ya kami khawatir Apel Batu akan punah,” jelas dia.