Krisis mahasiswa baru (maba) yang dirasakan sejumlah (PTS) membuat Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (Aptisi) Jatim resah. Mereka pun mendesak Aptisi pusat segera mengadu ke Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Muhammad Nuh.
Desakan pengaduan itu dilakukan lantaran sejumlah PTS di Jatim sudah krisis maba. Berdasarkan pengamatan dari Aptisi Jatim, dari 47 PTS se-Jatim, diperkirakan sudah ada tiga PTS yang terancam gulung tikar. Itu karena jumlah camaba yang mendaftar sangat sedikit.
Ketua Aptisi Jatim Prof Suko Wiyono mengatakan, akhir Juni atau awal Juli mendatang, ia bakal menagih janji kepada Aptisi Pusat yang sebelumnya diminta mengadu ke Mendiknas. “Kalau tidak Juni, ya Juli, kami ada pertemuan di Jayapura. Kami akan tanyakan apa Aptisi pusat sudah bertemu Mendiknas. Kalau sudah, kami ingin tahu bagaimana jawaban Mendiknas,” ujar Suko, kemarin.
Dalam pertemuan forum Aptisi di Jayapura, Suko ingin mengetahui jawaban Mendiknas saat melihat sejumlah PTS yang mengalami krisis maba. Dalam pengaduannya yang disampaikan melalui Aptisi pusat, Suko sudah membeberkan hambatan yang dihadapi PTS dalam menarik simpati maba. Salah satunya, beberapa PTN di Malang menambah kuota. Misalnya, Universitas Negeri Malang (UM) menambah tiga program studi baru.
Hal ini dinilai menjadi salah satu faktor penyebab sulitnya PTS mencari maba. “Kami sudah kirim surat ke Aptisi pusat. Isinya, kami minta agar Mendiknas memperhatikan penambahan kuota di sejumlah PTN,” kata pria yang juga rektor Universitas Wisnuwardhana (Unidha) ini.
Sebelumnya, beberapa PTN yang menambah kuota penerimaan mahasiswa baru sudah memberikan penjelasan. Rektor Universitas Negeri Malang (UM) Prof Suparno menyatakan, penambahan kuota tersebut sudah sesuai dengan prosedur. Sebab, tahun ajaran ini UM juga menambah tiga prodi baru.
JPNN
Baca juga :
Komentar :