Semarak ulang tahun ke-96 Pemkot Malang kemarin benar-benar semarak. Pemkot tak hanya membagi-bagikan piala dan penghargaan untuk pegawai dan warga berprestasi, tapi juga membagi-bagikan uang. Bagi-bagi uang itu untuk 96 anak dalam program GNOTA (Gerakan Nasional Orang Tua Asuh) sebesar Rp 16 juta dan 57 LPMK (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan) sebesar Rp 28,5 miliar.
Selain bagi-bagi hadiah dan uang, pemkot juga menyuguhkan hiburan menarik bagi masyarakat secara gratis. Panitia HUT menghadirkan dua band musik papan atas, Ungu dan Gigi. Juga ada kelompok lawak kondang Srimulat.
“Semoga seluruh warga masyarakat lebih peduli pada persatuan, kesatuan, dan senantiasa melestarikan gotong royong,” kata Wali Kota Malang, Peni Suparto usai memberikan piala dan penghargaan serta membagikan uang saat upacara peringatan HUT di balai kota, siang kemarin.
Dengan segenap harapan itu, sambung Peni, Kota Malang bisa menjadi lebih maju lagi di tahun-tahun mendatang. Bukan hanya oleh pemerintah saja, tapi juga karena peran serta masyarakat. Termasuk peranan media massa. “Kepedulian wartawan dengan memberitakan hasil-hasil pembangunan juga berperan dalam pembangunan,” katanya.
Peni lantas mencontohkan peran masyarakat dalam pembangunan itu seperti halnya dalam pemanfaatan dana hibah. Dana yang dikucurkan dari pendapatan asli daerah itu, diberikan kembali pada rakyat untuk membangun kelurahannya masing-masing. Dengan alokasi sebesar Rp 28,5 miliar untuk 57 kelurahan, maka setiap kelurahan mendapat jatah sebesar Rp 500 juta.
Dana itu, kata Peni akan dinaikkan secara bertahap. Bahkan, pada 2012 nanti, akan naik menjadi Rp 1 miliar per kelurahan. “Kalau administrasinya terus bagus, dan tidak membuat repot kejaksaan, tahun depan menjadi Rp 750 juta dan 2012 jadi Rp 1 miliar,” katanya.
Pengucuran dana hibah Rp 28,5 miliar itu segera direalisasikan. Sebab, Nota Perjanjian Dana Hibah (NPHD) antara wali kota dengan 57 LPMK sudah dilakukan. “Secepatnya akan dicairkan. Bergantung pada kecepatan pengajuan proposal kegiatan LPMK,” kata Bambang Dharmawan Suyono, sekkota Malang.
Hanya saja, menurut Bambang, pengucuran dana itu tidak langsung diberikan seratus persen pada 57 LPMK yang tersebar di 57 kelurahan. Dana itu dikucurkan pada dua termin.
Tahap pertama sebesar 50 persen atau sebesar Rp 250 juta, dan sisanya pada tahap berikutnya. “Pengajuan kedua nanti diikuti dengan surat pertanggungjawaban penggunaan anggaran. Kalau laporanannya beres, tahap dua baru bisa cair,” kata ketua tim anggaran ini.
Pengucuran dana itu juga diikuti dengan sejumlah rambu-rambu atau petunjuk teknis penggunaan anggaran. Di antaranya, tidak diperbolehkan untuk penggunaan tempat ibadah, perkantoran kelurahan, maupun untuk kegiatan politik. “Komplet aturannya. Dana itu bisa digunakan untuk kegiatan pembangunan fisik maupun pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Meski ada kegiatan fisik, sambung Bambang, tidak akan terjadi tumpang tindih dengan kegiatan SKPD (satuan kerja perangkat daerah). Setiap proposal pengajuan LPMK akan diteliti Dinas Cipta Karya Pemkot Malang.
Sementara, Ahmad Winarto, ketua LPMK Rampal Celaket, mengatakan, dana hibah yang dikucurkan Pemkot Malang itu banyak memberikan manfaat bagi masyarakat. Bukan saja untuk pembangunan fisik, tapi juga pertumbuhan perekonomian, pemberdayaan masyarakat, hingga kelestarian lingkungan. Seperti halnya untuk pembinaan pembuatan es krim berbahan ubi jalar, camilan onde-onde, hingga pembuatan sumur resapan.
Dana hibah itu juga digunakan untuk penyebaran jaringan internet gratis. “Tahun lalu satu pemancar untuk 10 titik, dan sekarang empat pemancar, di 4 RW untuk 24 titik,” kata dia.
Upacara peringatan HUT itu juga diikuti dengan penyerahan piala dan piagam penghargaan dari unit pelayanan unggulan, lomba dalam rangka HUT, penyematan satya lencana kesetiakawanan sosial kepada pendonor darah. Untuk penghargaan pada pendonor darah, diberikan kepada 6 orang yang telah mendonorkan darahnya sebanyak 100 kali dan 92 orang sebanyak 50 kali lebih.
Selain penandatanganan NPHD, juga ada penandatanganan nota kesepahaman tentang penanganan korban dan penyelesaian santunan kecelakaan lalu lintas dan angkutan jalan secara terpadu. Penandatanganan itu dilakukan antara Polresta Malang dengan RSSA Malang, Asosiasi Rumah Sakit Swasta Malang, Pengurus PMI Cabang Malang bersama PT Jasa Raharja. Penandatnagnana itu, dilanjutkan dengan simulai penanganan korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan jalan secara terpadu.
Sementara, sore kemarin balai kota menjadi ajang bertemu artis dengan para penggemarnya. Puluhan pegawai pemkot membaur bersama puluhan penggemar kedua band papan atas itu dalam sesi jumpa pers. Mereka juga dibuat ceikikan dengan kedatangan personel Srimulat.
Masih dengan pakaian seragam Korpri, para abdi negara itu turut berebut bersalaman dan foto bareng. Di hadapan para penggemar dan para pegawai pemkot, Pasha Ungu, mengatakan kebanggaannya dapat menghibur warga Malang.
Armand Maulana, vokalis Gigi, juga menyatakan serupa. Dia ingin memberikan yang terbaik bagi warga Malang dalam puncak peringatan HUT di kawasan tugu Kota Malang.
JPNN
Baca juga :
Komentar :