Orang tua siswa yang anaknya sudah diterima di SMAN melalui penerimaan siswa baru (PSB) Online SMA/SMK bukan berarti bisa bersantai ria. Setelah resmi diumumkan pukul 10.00 kemarin, kini mereka harus berpikir biaya yang rata-rata dipatok Rp 4 juta untuk sumbangan biaya pengembangan pendidikan (SBPP).
Tingginya biaya itu membuat banyak wali siswa kelimpungan. Wasito, orang tua siswa yang anaknya diterima di SMAN 4, misalnya. Ia mengaku tak mampu membayar biaya SBPP Rp 4 juta . Rencananya, Wasito yang tak mempunyai pekerjaan tetap ini akan minta keringanan dari pihak sekolah.
“Sekarang biaya sekolah itu mahal. Saya tidak mampu meski disuruh mengangsur,” ujar Wasito saat mengantarkan anaknya di SMAN 4, kemarin.
Orang tua siswa yang bakal mengajukan permintaan keringanan juga ada di SMAN 1 Malang. Orang tua siswa dari Ns, asal SMPN 3 Malang, masih belum menyiapkan dana SBPP. Di SMAN 1, total biaya yang harus dikeluarkan orang tua siswa yang diterima mencapai Rp 5.141.000.
Rinciannya, Rp 4 juta untuk SBPP dan sisanya untuk pembayaran SPP bulan Juli, buku panduan dan biaya lain. Sedang di SMAN 4, siswa yang sudah dinyatakan diterima membayar Rp 5,1 juta. Biaya itu sudah termasuk SBPP Rp 4 juta dan pembayaran lain selama bulan Juli. “Ya mau minta keringanan. Wong gak mampu,” ujar orang tua siswa yang tak mau disebutkan namanya itu.
Kondisi serupa juga terjadi di SMAN 5. Meski waktu pendaftaran ulang bagi siswa yang sudah diterima baru berlangsung sehari, namun sudah ada beberapa orang tua siswa yang mengajukan permohonan keringanan. Pihak sekolah juga masih belum merinci berapa orang tua siswa yang sudah mengajukan permohonan keringanan. “Sudah banyak yang mengajukan dan tadi ditangani guru,” ujar Kasek SMAN 5 Supriyono saat ditemui di ruang kerjanya.
SMAN 5 sendiri akan memberikan keringanan bagi orang tua siswa tak mampu. Tapi prosedurnya tetap harus dilalui. Yakni, orang tua siswa membawa surat keterangan tidak mampu dari RT/RW. “Ya dikasih-lah, masak orang minta keringanan gak dikasih,” ucap Supriyono.
Sementara, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMAN se-Kota Malang Tri Suharno mengatakan, sekolah tetap berkomitmen akan memberikan keringanan bagi siswa miskin. Syaratnya, orang tua siswa diminta membawa surat keterangan dari RT/RW. “Tetap kami berikan keringanan. Tapi pada saatnya nanti kami akan berkunjung ke rumahnya,” ujar Tri yang juga kasek SMAN 4 ini.
Terkait dengan berapa besaran keringanan yang diberikan, Tri mengatakan akan disesuaikan dengan tingkat kebutuhannya. Jika kondisinya sangat memprihatinkan, bisa jadi siswa itu akan digratiskan. Tapi tidak menutup kemungkinan siswa akan diberikan potongan beban biaya pendidikan.
JPNN
Baca juga :
Komentar :