Pemkot Batu gemas melihat alun-alun. Setelah mencanangkan diri sebagai kota wisata, jantung kota itu tak kunjung nyaman jadi sarana pelesiran. Untuk itu, setelah menuntaskan perencanaan, tahun ini pemkot menyiapkan Rp 15 miliar. Alun-alun yang ditandai “monumen apel” itu akan ditata.
“Batu ini kan Kota Wisata, jadi harus memanjakan wisatawan,” kata Wali Kota Batu Eddy Rumpoko. Tak salah bila ada harapan alun-alun Batu jadi daya tarik baru, selain Jatim Park, Batu Night Spectacular, Museum Satwa, dan tempat wisata lain.
Soal PKL, sebenarnya sang wali kota senang juga jika semakin banyak PKL dan jalanan macet. Ia melihat itu sebagai pertanda baik. Kondisi ini jadi indikator pengunjung ke Kota Batu semakin tinggi. Sebab, jika PKL itu tidak laku, maka tidak mungkin jumlahnya akan bertambah.
“Tidak masalah PKL semakin menjamur. Yang penting mau dan bisa ditata, tidak seenaknya jualan,” jelas penggemar olah raga motor trail ini. Eddy pun juga telah mewanti-wanti Satpol PP untuk tidak asal menggaruk PKL tanpa solusi.
Sementara, ditanya soal polemik rencana relokasi PKL di Jl Sudiro, Eddy tak membantah jika hal itu disebabkan banyaknya “pemain”. Menurut dia, banyaknya orang yang bermain itu menyebabkan harga tanah yang semula wajar, kini melambung. Eddy mengaku kasihan dengan para PKL jika harga kios jadi tinggi. Untuk itu, dia akan mencoba berkomunikasi dengan pemilik lahan agar tidak menjual terlalu tinggi. Namun, jika lahannya tetap dijual dengan harga tinggi? Dia mengatakan, pemkot akan mencoba mencari alternatif tempat yang lain. Misalnya, di kawasan luar Stadion Brantas. Sehingga, bagi yang mampu membeli tetap menempati lokasi yang baru, sedangkan yang tidak mampu menempati lahan yang disediakan pemkot.
Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batu Susetya Herawan mengatakan, pembangunan kawasan alun-alun nanti adalah terpadu. Mulai dari penataan alun-alun hingga jalur lalu lintas. Rencananya, kawasan ini juga didesain menyatu dengan masjid An Nur. “Kendaraan dari arah Malang, tidak lewat depan masjid, tetapi belok kanan di Jl Munif yang kini masih digunakan oleh PKL,” jelasnya.
JPNN
Baca juga :
Komentar :