Thursday, February 9, 2012 16:59 WIB


cara diet sehat


Sosialisasi alat kontrasepsi di Kota Batu

Oleh pada Monday, April 19, 2010, 15:58

iklan murahiklan murah

cara diet sehat

Sosialisasi alat kontrasepsi di Dusun Toyomerto, Desa Pesanggrahan, Kota Batu, kemarin berlangsung ger-geran. Ibu-ibu di dusun lereng Gunung Panderman itu bersahutan tertawa saat petugas dari Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PPKB) Pemkot Batu, mempraktikkan penggunaan kondom pada alat yang menyerupai kelamin laki-laki.

Misalnya saat mengajak ibu-ibu menggunakan kondom. ”Begini lho bu, pertama dibuka dulu. Lalu dimasukkan pelan-pelan sambil diputar. Setelah tepat langsung dimasukin. Jadi saya ulangi, dibuka, diputar, lalu dimasukin,” kata Esti Puji Astuti, petugas kantor PPKB, menirukan iklan salah satu biskuit.

Ibu-ibu pun tertawa. Sebagian lagi pada memalingkan muka. “Hi, emoh.. emoh…isin,” ujar seorang ibu sembari memalingkan muka dan sedikit menutup mukanya dengan tangan.

Kontan, ulah ibu itu disambut celetukan-celetukan ibu-ibu yang lain. “Ndak papa wes, wong semua juga sudah punya,” sahut yang lain disambut tawa yang meriah.

Dalam sosialisasi itu memang ditunjukkan miniatur alat kelamin laki-laki dari plastik dan gambar-gambar alat reproduksi laki-laki dan perempuan dengan sangat jelas. Namun, penjelasan ini tidak berlangsung lama. Sebab, ibu-ibu banyak yang mengaku sudah paham dan bisa memasang kondom. Selain itu, saat dijelaskan banyak yang bergurau karena malu-malu.

Tapi, meski malu-malu, mereka juga bersemangat untuk minta alat-alat kontrasepsi. Sehingga, persediaan 6 dus kondom ludes. Hingga akhir acara tinggal satu dus. Padahal, satu dus berisi 12 dosen kondom atau 144 biji. Jika 5 dus kondom itu tersebar, maka totalnya mencapai 800-an kondom.

“Yang banyak ambil ibu-ibu, tapi bapak-bapak juga ada,” ujar Esti Puji Astuti, yang juga Kasi Keluarga Berencanan Kesehatan Reproduksi (KBKR) Kantor PPKB.

Selain kondom, pil juga banyak diminati. Itu terbukti dari empat dus yang disediakan, tinggal satu dus.

Menurut Esti, kesadaran masyarakat di Dusun Toyomerto untuk menggunakan alat kontrasepsi sudah baik. Itu bisa dilihat dari angka kelahiran di dusun itu yang rendah. Sebab, sosialisasi penggunaan alat kontrasepsi tersebut digalakkan kantor PPKB bersama PKK di dusun itu.

Esti juga menjelaskan kesadaran laki-laki di Kota Batu untuk ikut KB vasektomi dinilai cukup berhasil. Itu bisa dilihat dari data 2009 yang bisa melampaui target hingga 300 persen dari target 5 orang. Sedang tahun 2010 hingga bulan Maret, sudah ada 7 laki-laki yang ikut KB vasektomi.

Menurut dia, untuk jenis KB ini memang paling sulit disosialiassikan. Karena kebanyakan laki-laki tak mau melakukan. Untuk itu, pemerintan pusat kini juga sedang mencarikan upaya untuk membuat pil KB khusus laki-laki.

Di Jawa Timur, kata Esti, saat ini sedang diujicobakan di Kota Surabaya dan Batu. Pil itu diberi nama pil gandarusa. Yaitu pil dari tumbuhan gandarusa yang dibikin ekstrak.

Saat ini pil tersebut sedang diujicobakan pada 95 lima pria di Kota Batu sejak awal tahun ini. Selama tiga bulan penuh, mereka diminta mengonsumsi pil itu rutin tiap hari dalam jam yang sama pula. Para pria itu adalah mereka yang sudah memiliki anak. Selanjutnya, akan dilihat kualitas spermanya. Apakah memungkinkan untuk membuahi sel telur atau tidak.

Dari uji coba yang sudah dilakukan, kebanyakan para pria merasakan efek yang baik. Mereka mengaku semakin greng saat berhubungan dengan istri. “Banyak bapak-bapak yang minta pil gandarusa lagi,’ jelas dia. Rencananya, jika uji coba itu berhasil, pemerintah akan memproduksi secara masal.

JPNN

Baca juga :

gambar sosialisasi, bagan sosialisasi, gadis mandi cangar batu malang, gambar penggunaan kontrasepsi, iklan alat kontrasepsi

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • Digg
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

iklan murahiklan murah

cara diet sehat



Komentar :