Thursday, February 9, 2012 17:12 WIB


cara diet sehat


Peraih NUN Tertinggi di Batu, Batal Dapat Bonus

Oleh pada Saturday, May 8, 2010, 20:32

iklan murahiklan murah

cara diet sehat

Tiga peraih NUN (nilai ujian nasional) tertinggi SMP Kota Batu batal menerima bonus Rp 3 juta dari dinas pendidikan. Pasalnya, mereka dipastikan tidak akan melanjutkan pendidikan di Kota Batu. Ketiganya adalah Reska Putri Tansina Anung Wuri, Zerlinda Tharifah Ulfa, dan Nawang Lintang Clarestina.

Ketika ditemui kemarin, Reska yang mendapatkan NUN tertinggi dengan nilai 37,40 dari SMP Al Izzah mengatakan tidak berminat melanjutkan SMA di Batu. “Saya sudah diterima di MAN 3 Malang, tapi belum tahu dimasuki apa tidak,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Zerlinda, peraih NUN terbaik kedua dengan nilai 37,00 dari sekolah yang sama. Gadis berjilbab itu tidak melanjutkan SMA di Kota Batu. Begitu pula dengan Nawang, perain NUN tertinggi ke 4 dari SMP Al Izzah ini juga tidak melanjutkan sekolah lanjutan atas di kota dingin tersebut. Selain menelurkan tiga siswa peraih NUN tertinggi 1, 2, dan 4, berdasarkan hasil UN SMP Kota Batu, S

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Mistin membenarkan bahwa peraih NUN tertinggi yang tidak melanjutkan sekolah di Kota Batu tidak akan mendapatkan bonus. Tapi, penghargaan tetap akan diberikan diknas jika dari mata pelajaran yang di UN-kan ada nilai sempurna, yakni nilai 10. “Satu nilai 10 berarti bonus Rp 1 juta, aturan ini berlaku kelipatannya,” ujar Mistin.

Sementara itu, kelulusan 100 persen SMP Al Izzah membuat Sukistono, pengawas Diknas Kota Batu angkat jempol. Dia mengatakan percaya dengan sistem pendidikan boarding school itu. Karena, kelulusan seratus persen di sekolah itu sudah berlangsung dua tahun ini. “Kalau sudah dua kali saya percaya, kalau hanya sekali masih belum,” jelas dia.

Disinggung banyaknya sekolah tak mampu meluluskan siswa 100 persen, Sukistono mengatakan salah satu penyebabnya adalah gagalnya proses pembinaan pendidikan di Kota Batu. Salah satu kendala paling tampak adalah kepala sekolah di Batu malas melakukan supervisi kepada para guru. “Para kepala sekolah tidak bisa mengawasi guru, guru tidak bisa mengawasi murid,” jelas dia.

Untuk itu, perlu adanya peningkatan kemampuan pemimpin sekolah untuk mengelola pendidikan dengan baik.

JPNN

Baca juga :

sd unggulan di kota batu, skolah terbaik di batu malang, sekolah terbaik di batu, sma putri al izzah batu malang

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • Digg
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

iklan murahiklan murah

cara diet sehat



Komentar :