Pemkot Batu terus melakukan pendataan ulang terhadap prasasti atau benda purbakala. Selasa kemarin, tim penelusuran purbakala Pemkot Batu mengidentifikasi benda purbakala di Balai Penelitian dan Peninggalan Pubakala (BP3) Trowulan, Mojokerto kemarin.
“Kita belum tahu berapa banyak benda purbakala kita yang hilang. Makanya, kita akan ke BP3 Trowulan. Setelah dari sana (Trowulan) kita tahu mana benda purbakala kita,” kata Samuji, anggota Tim Penelusuran Purbakala Kota Batu, Samuji, kemarin.
Setelah mendapatkan data purbakala, tim akan melakukan penelusuran purbakala Kota Batu. Salah satunya adalah, Prasasti Sangguran atau Batu Minto (Minto Stones). Informasi yang diterima Samuji, prasasti sanggurang tersebut saat ini sedang berada di Skotlandia. Prasasti Sangguran yang ditemukan di Dusun Mandap, Mojorejo, Batu tahun 928 lalu dibawa kabur Gubernur Stamford Raffles.
“Prasasti ini diduplikasi tukang gambarnya Raffles pada tahun 1912. Namanya, Jhon Newman,” kata pria yang juga kabag perekonomian Pemkot Batu ini.
Sementara itu, Marjadi yang juga anggota tim penelusuran purbakala Pemkot Batu menambahkan, agar benda purbakala yang ditelusuri tersebut tidak hilang, pihaknya akan membangun museum. Museum tersebut khusus menampung benda-benda purbakala batu. “Rencana pembuatan museum ini untuk menampung benda-benda purbakala,” kata Marjadi.
Meski begitu, pria yang juga Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkot Batu ini, tidak bisa memastikan kapan pembangunan museum purbakala tersebut direalisasikan. Saat ini, rancangan tersebut masih dalam tahap wacana. “Kita juga belum sampai ngomong soal anggaran,” kata Marjadi.
Menurutnya, museum purbakala yang diharapkan mampu menampung seluruh benda purbakala tersebut tak harus membutuhkan anggaran besar. Hal ini karena realisasinya bisa dilakukan dengan memanfaatkan gedung Pemkot Batu yang tidak terpakai. “Kalau gedung ini (Pemkot Batu) ada yang kosong, kan bisa dipakai juga,” katanya.
JPNN
Baca juga :
Komentar :