Thursday, February 9, 2012 17:35 WIB


cara diet sehat


Pegawai Honorer Pemkot Batu, Kena Semprot Wali Kota Batu Eddy Rumpoko

Oleh pada Tuesday, May 25, 2010, 12:20

iklan murahiklan murah

cara diet sehat

Gara-Gara Manipulasi Daftar Hadir Apel Pagi
Apel pagi dilingkungan Pemkot Batu kemarin berjalan tak seperti biasanya. Suasana tiba-tiba mencekam, bahkan seluruh pegawai pemkot, terutama pegawai honorer menundukkan kepala tanda takut. Penyebabnya, pagi itu Wali Kota Batu Eddy Rumpoko dan Wawali Ahmad Budiono marah-marah karena kasus manipulasi daftar kehadiran pegawai.

Dalam pidatonya, Eddy mengatakan bahwa dia merasa dibohongi. Modus busuk itu terbongkar saat wali kota memberikan sambutan. Dia merasa curiga dengan hasil laporan kehadiran pegawai honorer yang tak sesuai jumlah kehadiran. “Nanti setelah upacara, semua pegawai honorer tinggal dulu untuk diabsen satu-satu,” pinta wali kota.

Maka, merekapun terpaksa harus berdiri di lapangan Agritek hingga pukul 10.00 WIB. Setelah upacara bubar, wali kotapun meminta salah satu pegawai untuk mengabsen satu-satu nama yang bertanda tangan dalam daftar hadir. Hasilnya, pegawai honorer yang masuk pagi itu hanya 306 orang. Padahal, saat upacara dilaporkan bahwa pegawai honorer yang masuk 402 orang dari total 600-san tenaga honorer. Dengan begitu, hampir separo tenaga honorer tak mengikuti apel rutin. Fakta itu makin membuat tensi Eddy naik, begitu juga dengan Budiono. Apalagi, dalam laporan tersebut salah satu kepala dinas juga tidak ikut apel. “Ternyata selama ini banyak yang tidak jujur,” ungkap Budiono.

Padahal, kata Budiono, setiap bulan pemkot mengeluarkan anggaran hingga Rp 500 juta untuk menggaji tenaga honorer. Namun kenyataannya, balasan yang diberikan tenaga honorer adalah indisipliner dengan rajin membolos. “Ini apel rutin Senin pagi, jumlah tenaga yang mbolos sampai separo, bagaimana dengan hari yang lain,” ucap wawali dari PKB ini.

Terlebih, lanjutnya, di hari-hari biasa walikota tidak melakukan control rutin. Mendapati kasus manipulasi daftar absen tersebut seketika Budiono memerintahkan bagian inspektorat untuk menindak tegas pegawai yang indisipliner. Jika lima kali berturut-turut tidak mengikuti apel, maka harus diberi sanksi tegas. “Kalau seperti ini faktanya buat apa pemkot ngoyo mengusahakan mereka diangkat jadi PNS. Kami kecewa karena kinerja pegawai honorer tidak sesuai dengan aturan disiplin kerja,” tandasnya.

JPNN

Baca juga :

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • Digg
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

iklan murahiklan murah

cara diet sehat



Komentar :