Kota Malang segera punya rumah sakit umum daerah (RSUD). Itu setelah pemerintah pusat memberi dana stimulus sebesar Rp 22,7 miliar untuk pendirian rumah sakit di Kota Pendidikan ini.
Tahap pertama, dana akan dikucurkan Rp 7,7 miliar pada akhir tahun. Anggaran itu untuk pengadaan peralatan dan pekerjaan fisik. “Tahap pertama Rp 7,7 miliar, nanti tahap kedua, kami diberi tambahan Rp 15 miliar,” kata Wali Kota Malang Peni Suparto usai mengikuti peringatan Hari Anti Narkotika International (Hani) di lapangan luar Stadion Gajayana, siang kemarin.
Peni menegaskan pembangunan rumah sakit itu akan segera dilakukan. Bahkan, saat ini sudah persiapan pelelangan. Itu dilakukan agar anggaran yang sudah disediakan bisa terserap hingga akhir tahun anggaran. Apalagi, kata Peni, anggaran Rp 7,7 miliar tersebut merupakan anggaran yang cukup besar.
Keinginan pemkot memiliki rumah sakit daerah itu sudah cukup lama. Apalagi hingga saat ini pemkot baru memiliki puskesmas. Sementara, sejumlah rumah sakit yang ada, bukanlah milik pemerintah daerah. Sementara, pemkot juga membutuhkan rumah sakit rujukan sebelum dirujuk ke RSSA Malang yang jadi milik Pemprov Jatim.
Di mana rencana lokasi rumah sakit daerah itu? Peni masih merahasiakan tempatnya. Dia hanya mengatakan bahwa rumah sakit daerah tersebut nantinya akan dibangun di atas lahan milik pemkot seluas 5 hektare di wilayah Kota Malang bagian barat.
Rumah sakit itu, sambung dia, nantinya juga akan dilengkapi dengan ruang perawatan dan rehabilitasi pengguna narkoba. Sebab, hingga saat ini pemkot juga belum memiliki ruang rehabilitasi penyalahgunaan obat-obatan terlarang itu.
“Ini bagian dari komitmen kami memberantas narkoba,” kata kepala daerah dua periode ini.
Soal kebutuhan tenaga medis, Peni mengatakan kebutuhan tenaga dokter dan medis sudah dipersiapkan. Salah satunya dengan berencana minta ke pemerintah pusat agar saat penerimaan CPNS nanti ada yang akan ditempatkan di rumah sakit daerah pemkot.
JPNN
Baca juga :
Komentar :