Thursday, February 9, 2012 17:31 WIB


cara diet sehat


Bambang Setioso, Teknisi Pesawat Terbang Lestarikan Karawitan di Kanada

Oleh pada Sunday, February 7, 2010, 19:29

iklan murahiklan murah

cara diet sehat

Nama Bambang Setioso mungkin masih asing di telinga warga Malang Raya. Maklum, sejak lulus SMAN 3 pada 1980-an, dia kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB). Sukses di bangku kuliah, dia berkarier di IPTN (Industri Pesawat Terbang Nasional) Bandung. Pada 1999, dia hijrah ke Bombardier, perusahaan pesawat terbang di Kanada. Selain menjadi teknisi, dia juga menjadi guru karawitan.

Perawakannya cukup sederhana. Pria berusia 55 tahun ini tampak asyik memainkan gamelan yang ada di Universitas Merdeka Malang. Beberapa lagu dibawakan dengan merdu. Sesekali dia istirahat untuk sekadar minum.

Bambang Setioso, selain mahir di dunia karawitan, dia juga seorang teknisi di sebuah perusahaan pesawat terbang. Sudah sekitar lima tahun terakhir, dirinya nyambi sebagai pengajar karawitan bagi warga asli Kanada. “Minat mahasiswa Kanada belajar karawitan lumayan banyak. Karena menurut mereka karawitan itu seni yang unik,” kata Bambang ditemui di Unmer.

Selain mahasiswa asli Kanada, beberapa warga negara Indonesia yang tinggal di Kanada juga ikut bergabung dengan Grup Gadon, kelompok karawitan yang dibinanya. Hanya, sejauh ini WNI sendiri justru kurang sabar dan telaten belajar karawitan. “Kadang saat saya manggung di Kanada, justru pemainnya hanya saya yang WNI. Lainnya justru orang asli sana,” jelas suami Ummi Hanie ini.

Bahasa yang digunakan pun masih asli Jawa. Belum pernah ada upaya menerjemahkan tembang-tembangnya ke dalam bahasa Inggris. Penyanyi dari orang Kanada juga menggunakan bahasa Jawa. Namun, butuh ketelatenan untuk mengajari mereka yang kesulitan pengucapan bahasa Jawa.

Makanya, personel Gadon kerap bongkar pasang karena sulit mencari yang konsisten. “Ini memang bagian dari upaya melestarikan budaya Indonesia di negara lain yang dilakukan kedutaan besar di Kanada,” tandas Bambang yang tinggal di Kota Montreal.

Kedatangan ke Malang hanya beberapa hari ini semata untuk mengunjungi saudaranya yang masih tinggal di Malang. Istri dan tiga anaknya sudah menetap di Kanada. Di Malang, dia mengunjungi beberapa tempat kesenian tradisional Jawa.

Termasuk ke kompleks kesenian yang pernah dikelola Elizabeth di Tumpang. Juga ke beberapa komunitas karawitan seperti di Univeritas Brawijaya, dan Universitas Merdeka. Bambang sengaja mencari jadwal latihan karawitan untuk ikut latihan demi mengasah kemampuan di beberapa alat musik, mulai kendang, kenong, maupun gong.

Juga menghafal beberapa not lagu yang belum ada di Kanada. “Terutama saya mendalami kenong di sini. Saya sejak SMP sudah suka bermain kesenian tradisonal karawitan. Meski saya sudah di luar negeri, namun akan terus saya lestarikan,” tandas dia.

Selama di Kanada, pria asli Klojen tersebut tidak hanya aktif di perusahaan penerbang dan guru karawitan, tapi juga pembimbing bagi mahasiswa Kanada yang mengambil tugas akhir tentang budaya Indonesia dan bahasa Jawa. “Mahasiswa Kanada bilang, Indonesia itu negara dengan banyak keunikan. Sudah banyak mahasiswa yang minta bantuan saya untuk mengenal tentang Indonesia,” terang teknisi salah satu pesawat kepresidenan yang akan dibeli Indonesia itu.

Awal dia berkecimpung di dunia karawitan setelah ditawari salah seorang pegawai kedubes untuk membimbing pelajar di Kanada. Tepatnya lima tahun lalu. Kebetulan saat itu di kedubes banyak gamelan yang tidak dimanfaatkan secara maksimal. “Dari situ akhirnya saya membimbing karawitan dan membentuk grup sendiri,” terangnya. Kini, obsesinya terus mengembangkan kebudayaan Indonesia, khususnya kesenian Jawa. Karena itu, selama di Malang dia menimba ilmu selain untuk liburan.

Baca juga :

bahasa jawa pesawat terbang, cara karawitan

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • Digg
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

iklan murahiklan murah

cara diet sehat



Komentar :