Monday, September 6, 2010 0:29 WIB

Adi Sutjipto, Kolektor Ratusan Pernak Kereta Api

Oleh web admin pada Monday, February 1, 2010, 21:50

Bagaimana mengubah blog WordPress menjadi MESIN UANG yang MEMATIKAN !! Tutorial komplit dilengkapi Software dan Script Siap Pakai SEO Complete Guide for Wordpress Instant Internet Business Ideas

Berburu koleksi segala hal yang berkaitan dengan kereta api adalah sebuah tantangan bagi Adi. Saking gilanya akan kereta api, Adi dua hari sekali selalu mampir ke stasiun untuk mencari pernak pernik kereta api. Koleksinya kini sudah ratusan. Hanya rel kereta api yang tidak ada karena dia tidak mau mengoleksi.

Rata-rata koleksi Adi Sutjipto tak gampang didapat oleh orang awam. Di rumahnya, Jalan Taman Riau, Kota Malang, Sabtu (30/1), dia membeber koleksi yang berhubungan dengan kereta api. Jumlahnya mencapai ratusan buah.

Adi memiliki semua jenis topi milik petugas yang bekerja di kereta api. Mulai dari topi petugas PPKA (pengatur perjalanan kereta api), topi masinis, topi kondektur, topi petugas perbaikan kereta, hingga topi petugas pengatur perlintasan kereta.

Yang dia banggakan adalah topi petugas PPKA. Tak banyak yang punya topi bundar berwarna merah dan sabuk emas itu. Topi yang terkesan lucu tersebut hanya dipunyai petugas PPKA di setiap stasiun.

Selain topi PPKA yang berwarna merah, pebisnis makanan anjing ini juga mempunyai topi PPKA yang berwarna biru. Topi PPKA biru itu khusus digunakan bila ada kereta luar biasa. Kereta luar biasa biasanya dinaiki pejabat atau orang penting kenegaraan. “Topi PPKA biru ini jarang digunakan. Karena biasanya khusus kalau ada tamu-tamu. Yang memberikan topi ini sudah meninggal,” kata Adi.

Puluhan pin milik petugas PT KAI juga dia koleksi. Mulai pin Wahana Daya Pertiwi (semacam pin identitas pegawai PT KAI) tiga generasi. Lalu ada pin roda terbang milik masinis, pin semboyan 40 (biasanya digunakan oleh petugas PPKA), penjepit dasi khusus masinis kereta luar biasa, pin roda terbang versi kuno, pin Departemen Perhubungan, dan pin identitas PT KAI yang biasanya digunakan oleh pejabat PT KAI.

Khusus untuk penjepit dasi berbentuk rangkaian kereta api, dia punya cerita tersendiri. Dulu penjepit itu dipakai masinis yang menjalankan kereta api luar biasa yang dinaiki almarhum mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Adi pun berhasil mendapatkannya dengan memintanya kepada anak sang masinis. “Anaknya yang kasih ke saya. Tetapi atas izin bapaknya,” kata Adi.

Ada lagi koleksi yang bisa dikatakan langka. Yakni lampu isyarat yang dijinjing (hand sign) buatan Belanda. Lampu berbahan bakar minyak kelapa itu berbentuk kotak dengan tiga warna kaca di tiga sisinya. Yakni bening, merah dan hijau. Warna bening untuk penerang jalan petugas, merah untuk tanda berhenti, dan hijau untuk isyarat berjalan.

Lampu langka tersebut dia dapatkan dalam kondisi rusak tak berbentuk. Dia perbaiki sendiri lampu dari bahan pelat besi itu. “Sayang kalau dibuang meski sudah rusak parah. Saya perbaiki lagi agar bisa dilestarikan,” ungkap salah seorang anggota Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) Malang ini.

Beragam badge milik petugas juga dia punyai. Mulai badge lambang PT KAI yang menyerupai huruf Z hingga badge lambang Wahana Daya Pertiwi yang berbentuk mirip burung garuda.

Beragam peluit yang biasanya ditiup petugas saat memberangkatkan kereta api juga dipunyai pria kelahiran Jakarta 48 tahun lalu ini. Peluti dengan nada “prit” yang panjang itu ada empat generasi. Paling tua adalah peluit dari bahan kuningan dengan lubang dua buah. Peluit sepanjang 15 sentimeter itu adalah peluit petugas kereta api zaman Belanda.

Ada lagi peluit kuningan yang lebih pendek yang dipakai sekitar tahun 1962. Lalu ada peluit dari bahan bambu yang saat ini dipakai petugas PT KAI. “Peluit kereta itu bukan peluit sembarangan. Panjang dan nadanya lain dari peluit yang diperjualbelikan. Itu untuk mencegah orang iseng meniup peluit dan memberangkatkan kereta,” tutur Adi.

Berbagai jenis pakaian petugas PT KAI juga dia punyai. Mulai dari seragam, rompi, hingga jas hujan. Bahkan sepatu petugas dengan logo kereta api juga dia koleksi.

Miniatur kereta api serta pin juga dia kumpulkan satu per satu untuk dijadikan koleksi. Termasuk buku-buku impor tentang kereta api di dunia. Salah satu buku yang sudah sulit didapatkan adalah Railways of The World terbitan salah satu penerbit di Amerika tahun 1999. “Pokoknya ada kata kereta api, saya buru. Bagaimana lagi, saya benar-benar cinta dengan kereta api,” kata bapak berputra satu ini.

Adi juga mengoleksi kertas perintah melalui sinyal yang sudah tidak terpakai. Kertas itu biasanya dibawa oleh masinis sebagai salah satu alat komunikasi antara masinis dengan petugas PPKA. Dua jenis kertas perintah yang dia koleksi adalah perintah berjalan hati-hati (BH) dan berjalan sepur salah (BSS). Kertas-kertas yang sudah lusuh itu dia laminating agar awet. “Saya ini pelestari. Ini saya pres mika agar awet dan bisa dilihat siapa pun,” tutur Adi.

Koleksi yang usianya paling tua ada dua buah. Satu peluit dari kuningan yang dia dapatkan dari kakeknya semasa kecil. Satu lagi adalah tiket kereta zaman Belanda dengan rute Bogor-Jakarta. Tiket tahun 1940-an itu dia dapatkan saat membereskan kertas-kertas milik kakeknya. “Kakek saya dulu juga suka kereta. Mungkin saya ini keturunan suka kereta api,” canda Adi.

Untuk mendapatkan barang-barang koleksinya, Adi mengaku tidak ada yang membeli. Itulah mengapa dia sangat bangga dengan koleksinya. “Kalau membeli, nggak lucu. Sama sekali tidak ada yang membeli. Mungkin rel saja yang saya tidak mau minta,” tegasnya.

Pendekatan personal dan hubungan baik adalah cara ampuh untuk mendapatkan barang-barang koleksi pribadi tersebut. Sebagian besar yang dia dekati adalah para pensiunan petugas kereta api. Karena semenjak dahulu dia sering datang ke stasiun untuk menunjukkan rasa cintanya, dia pun banyak kenal dengan petugas kereta api.

Hubungan baik, termasuk menjadi anggota komunitas railfans (penyuka kereta api), menyebabkan dia dikenal oleh hampir semua petugas kereta api. Baik di Stasiun Malang, stasiun kecil tingkat kecamatan, hingga pejabat Daops 8 Jatim. “Saya selalu minta kepada pegawai yang sudah pensiun. Saya bilang untuk koleksi pribadi. Biasanya saya dikasih atau dipinjamkan untuk dilestarikan di rumah he..he..,” ungkap Adi lalu tertawa.

Adi tidak segan-segam meminta langsung pernak pernik kepada pejabat PT KAI yang kebetulan berkunjung ke Malang. Misalnya sebuah pin berbentuk garuda yang dia minta langsung dari Kadaops 8 Jatim Yunarso. Saat itu, Yunarso sedang mengadakan inspeksi dan kebetulan berjumpa dengan anggota IRPS. Adi pun tertarik dengan pin yang dikenakan Yunarso. “Saya bilang, Pak.. pinnya bagus. Saya belum punya Pak. Eh..langsung dicopot dan dikasih ke saya,” kata pecinta anjing Golden Retrievers ini.

Untuk barang-barang yang sekiranya langka dan sudah tidak dipakai lagi, Adi menganggapnya sebagai barang titipan. Meski berat, dia rela bila diambil kembali oleh yang meminjamkan. “Kami ini kan bagian dari pelestarian. Kalau diminta lagi setelah dilestarikan, ya gimana lagi,” ujarnya.

Adi berjanji puluhan koleksinya itu tidak dijual. Dia akan menjaga barang-barang itu untuk kepentingan pelestarian. Harapannya pernah pernik itu bisa bercerita tentang perjalanan moda angkutan kereta api di Indonesia dari masa ke masa. “Biar para pecinta kereta lainnya di masa mendatang bisa tahu perjalan kereta api dari pernak pernik ini,” harap Adi.

Beberapa saat kemudian ponselnya berdering. Nada kereta hendak berangkat seperti di stasiun terdengar dari ponsel miliknya.

Incoming search terms for the article:

cara membuat miniatur kereta api,cara pembuatan miniatur kereta api,wahana daya pertiwi,miniatur kereta api,CARA MEMBUAT MINIATUR KERETA KERTAS,situs miniatur kereta api,kolektor pin,Pernak dari bahan bambu,kolektor miniatur kereta api,lambang wahana daya pertiwi



1 Comment

  1. 29 April, 2010, 1:18

    maaf pak adi sujipto….
    saya dodi, mau minta tolong boleh tidak…????
    saya mau mencari lambang wahana daya pertiwi yang di PT. KERETA API (Persero)….
    bisa tidak bapak kirim ke email saya soalnya saya perlu sekali dengan lambang itu….
    saya tnggu informasinya….
    terima kasih….
    :wink:

Beri Tanggapan