Penerimaan mahasiswa baru lewat jalur Bidik Misi atau beasiswa pendidikan khusus mahasiswa miskin di Universitas Negeri Malang (UM) ditutup Jumat (5/3) pukul 15.00. Berdasarkan data pendaftar, total ada 2.876 peminat.
Koordinator Bidik Misi UM Puji Rahadi melalui Kahumas UM Zulkarnaen Nasution mengatakan, seleksi program Bidik Misi akan digodok tim khusus. Dengan jumlah pendaftar sebanyak itu, maka akan terjadi persaingan 1:6. Karena lewat jalur ini hanya akan diambil 450 mahasiswa. “Minggu depan tim khusus sudah mulai bekerja. Tapi untuk pengumuman kelulusan dan daftar ulang menunggu ketentuan Dirjen Dikti,” ujar Zulkarnaen.
Kriteria paling utama dalam jalur seleksi itu, kata Zulkarnaen, siswa benar-benar tidak mampu yang ditunjukkan dengan surat keterangan miskin RT-RW tempat asal. Surat itu harus dilengkapi dengan kartu gakin (keluarga miskin) atau SKTM (surat keterangan tidak mampu/surat miskin). “Kriteria pertama memang mereka yang kurang mampu. Syarat-syarat lain melengkapi saja,” kata dia.
Bahkan untuk membuktikan ketidakmampuan pendaftar dari segi ekonomi itu, dimungkinkan nanti akan ada tim verifikasi lapangan. Hanya, sejauh ini tim lapangan belum dibentuk. “Kalau memang perlu akan dilakukan. Tapi kalau hanya cukup dengan surat miskin, maka tinjauan lapangan mungkin tidak dilakukan,” tambahnya.
Meski khusus siswa miskin, jalur Bidik Misi ini tetap memperhitungkan kemampuan akademik pendaftar. Bahkan disyaratkan siswa masuk barisan 25 persen terbaik di kelasnya. Akan lebih baik jika memiliki prestasi minimal peringkat tiga tingkat kabupaten atau kota. “Ketentuan itu telah disyaratkan sejak awal. Yang tak kalah penting lagi dia harus lulus SMA sederajat. Lulus paket C juga tidak masalah asal lulus tahun 2010,” terang Zul-sapaan akrab Zulkarnaen.
Lebih lanjut, seleksi Bidik Misi ini hanya satu dari 11 jalur masuk UM. Selain itu, rekrutmen mahasiswa baru tahun ajaran 2009/2010 juga dilakukan lewat program penelusuran minat dan kemampuan, penelusuran minat dan kesempatan belajar (PMKB), seleksi masuk program diploma (SMPD), seleksi program masuk sarjana (SPMS), dan SNMPTN (seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri).
JPNN